Kamis, 22 Januari 2015


Kenapa D.I.Y (Do It Yourself)?


Bayangkan diri anda saat tidak punya banyak uang, dan alat yang dperlukan tidak tersedia atau sangat langka tapi Anda punya sedikit kemampuan teknis, apa yang bisa Anda lakukan?

Anda pastinya akan mencoba untuk merancang, membuat alat yang mirip dengan alat yang diinginkan atau bahkan memodifikasi model yang ada hingga sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Hal yang lebih membanggakan lagi adalah ketika alat berhasil membuat dan bisa bekerja dengan baik.

Konsep diatas dikenal dengan sebutan “Do It Yourself”, kegiatan membuat, memodifikasi atau memperbaiki alat atau instrumen secara sendiri tanpa bantuan ahli. Istilah "do-it-yourself" bermula dipakai pada tahun 1950-an untuk menyebut orang – orang yang melakukan perbaikan rumah, kerajinan tangan sederhana ataupun proyek – proyek konstruksi sederhana sebagai bagian dari kegiatan rekreasi kreatif. Konsep DIY makin berkembang tidak hanya terbatas pada kegiatan 3R (reduce, re-use, recycle), namun juga meluas pada kegiatan lain seperti merancang, dan memodifikasi kendaraan sendiri, pembuatan alat atau instrumen sederhana, berkebun, dan lain sebagainya. Istilah D.I.Y, juga dipakai untuk cakupan yang lebih luas baik untuk istilah pekerjaan kreatif, musik, komunitas media dan jaringan, bahkan dalam militer.


simple mediaval catapult

Seseorang berminat untuk melakukan kegiatan D.I.Y dapat didasarkan karena beberapa hal seperti adanya ketertarikan untuk mencipta sesuatu yang bernilai ekonomis atau karena adanya keinginan untuk meningkatkan kemampuan mencipta, memodifikasi atau memperbaiki, ataupun dikarenakan kelangkaan akan beberapa barang atau alat yang akhirnya memacu kreativitas untuk membuat alat sederhana dengan fungsi sama atau mendekati dengan alat aslinya. 

Melalui kegiatan D.I.Y ini, banyak hal yang dapat diperoleh seperti pengetahuan baru, keahlian baru hingga kepuasan tersendiri yang diperoleh dari “keberhasilan” membuat alat sendiri.  Misalnya, kita hendak membuat radio transistor sendiri, kegiatan ini tidak hanya terbatas menyolder komponen elektronika ke papan sirkuit, namun kita juga belajar bagaimana merangkai komponen dengan benar, menggunakan komponen elektronik yang tepat. Mengerti fungsi dari masing – masing komponen elektronik merupakan dasar dari mengerti elektronika itu sendiri.  Contoh lain misalnya jika hendak membuat kebun hidroponik sendiri, tanaman bisa tumbuh tidak dengan menggunakan tanah tapi menggunakan air. Akar tanaman tidak hanya dialiri dengan air saja agar bisa tumbuh, namun penggiat kegiatan ini juga harus mengerti nutrisi yang tepat untuk tanaman yang tepat, debit aliran yang pas dimana akar tanaman bisa menyerap nutrisi dari air.

Dalam prosesnya, kegiatan ini mungkin saja tidak berhasil pada percobaan pertama, mungkin setelah berkali – kali mencoba barulah berhasil. Rasa penasaran yang timbul dari setiap percobaan yang dilakukan, malahan mendorong penggiatnya untuk mencari tahu lebih lagi dan belajar lebih dalam lagi. Kegiatan ini tidak hanya mengenai belajar, tapi juga melakukan. Bisa melakukan (doing) apa yang orang lain buat atau bahkan memodifikasi hal yang sudah umum atau lebih lagi, mencipta hal baru yang lebih baik dari yang sebelumnya ada merupakan suatu capaian tersendiri yang membawa kebanggaan. Mampu mencipta menimbulkan rasa bangga, pencapaian, sesuatu hal yang dapat “dipamerkan” dan mungkin saja menimbulkan ambisi baru untuk melakukannya lagi dan lagi dan lebih lagi. Hari ini menanam bibit dalam pot sederhana dari botol bekas dengan sistem Wicks, besok mulai menanam berbagai jenis bibit dengan sistem pengairan yang lebih efisien dan hemat.  


serat optik mainan
 
mesin gula - gula kapas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar