Kamis, 16 April 2015




That d**n quote ...
Everybody knows that quote ...
And sometimes this quote is become the best insult someone give to a teacher.

What do they know about teaching?
None, i believe. 
Because if they know how to become THE REAL TEACHER, 
they’ll keep their mouth shut (mind my language).  

Is teacher the second best (or even the last best) profession in whole world? (hyperbolic)

Become teacher is not easy as you think.
It’s takes all your mind, energy, heart to it.
The teacher is an excellent military strategist, they going for a “war”.
The moves that they will take, is not a clumsy one. They must prepare everything.

Here’s all an excellent military strategist should have.

1.   Perfect escape plans.
if you “tap dance” your way out of a sticky situation, then that implies that you get out of it in a clever way.
Every “trap” (questions) made by student, teacher should have the “escape” plan (answers).
     
Have you ever heard a story about a trapped lion and a mice?
Teacher is the lion, student is a trap and teacher’s escape plan is the mice.     

Student is full of curiousity, they can ask you anything. Sometimes you can answer that, sometimes you can’t answer that because not appropiate to you to answer and finally you don’t know what the answer.

Teacher always learning. Old and new, small and big stuff, teacher must know about it.
     

2.   Anthropologist in action.
Teacher are dealing with a “savage” inlander with awesomely fighting spirit.

Dealing with elementary student or even a teenage student is not an easy one. They got all the energy to behave uniquely, that really need a different treatment from the teacher.

Winning a war is not about powering someone, but sometimes how to pursuade someone to do your will.
Pursuade need all the charm, sweet talk, gentleness, care and a lot of love and laugh from the pursuader.

How can you pursuade the student who  feels that learning is just non-sense, because he/she already have everything?

How can you pursuade the student that just sit in the class is a torture?

How can you pursuade the student that is an outcast either in class, school or maybe in his/her family?

How can you help the student that give all his/her best and still stay at the “bottom” of the class?

Teacher must have different personality. A clown and a cryer, a boss and a servant, a brave and a coward, a witch and a muggle, a Superman and a Clark Kent, a noble and a peasant. Multiple personality disorder in a good way.

How’s that ???
Can you be like that ????

3.   Modern – sophisticated weapons.
The weaponry the teacher carry. The weapon are the teacher research and contemplation about the subject. How can they deliver theory based on long period research just in maximum 2 hours period of time to student?
Easy ???
Go try one, and let me know the answer.

4.   Battle field expert.
Do not forget to mention, the “war zone” where the battle begins and ends. Sometimes is friendly and sometimes is not. The war zone could be a no man’s land where everybody fight fairly or a man’s land when you must really – really careful with you step.

5.   A kamikaze spirit.
Sebelum ngajar, seorang guru harus ngerti semuanya. Teorinya dan praktiknya. Membuktikan teori yang sudah ada melalui praktikum is not easy as it looks. Melakukan praktikum bukan hal yang mudah apalagi aman, tidak semuanya aman. Sebelum semuanya disajikan ke murid, guru harus coba dulu. Sulit dan mudahnya suatu materi hingga dapat dimengerti siswa, guru yang harus memberi batasan. Apakah praktikum yang dilakukan atau tidak, guru harus coba dulu. Berbahaya atau amannya praktikum yang akan dikerjakan, guru harus coba dulu.
Guru harus punya jiwa kamikaze kalo mau sukses pelajaran.

As far as I know, all teachers can do almost anything.

Just like Bruno Mars song, Grenade, which says ...
I'd catch a grenade for ya
Throw my hand on the blade for ya
I'd jump in front of a train for ya
You know I'd do anything for ya
See I would go through all this pain
Take a bullet straight through my brain

They have to get electrifying themself before they can say how hazardous the electric is.

Do have a gut to do that ???
Let me know if you have it ...

6.   James Bond attitude
James Bond adalah agen rahasia fiksi yang terkenal karena hatinya yang dingin, mengutamakan selesainya tugas dan kurang memperhatikan perasaannya sendiri.
Seorang guru harus punya attitude kayak gini terhadap murid, maksudnya dia harus bisa keep perasaannya sendiri, kekesalan dia sendiri, kesedihan hatinya sendiri demi tercapainya tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Rasa sakit hati, sedih, panik dan masalah – masalah yang mungkin ada dalam hidup seorang guru harus mereka simpan dengan rapat, murid ga perlu tahu, tujuan murid adalah belajar bukan untuk tempat curhat guru.

Ada cerita seorang murid yang bertanya kepada gurunya.
Murid : “Miss, miss pernah panik ga ngeliat kita yang kadang males belajar, bahan pelajaran masih banyak, tes udah dekat?”
Guru :“Panik kok”
Muird : “Kok, ga keliatan?”
Guru : “Kalo gurunya panik, muridnya apalagi. Trus kalo kita udah sama – sama panik, selesai tuh masalah? Kan enggak!
Makanya sepanik – paniknya guru, guru harus tetap tenang (keep it cool), berpikir positif dan cari cara biar tuh anak2 bandel itu bisa diajarain belajar cepat dan ngerti dan bisa pas ujian”
Murid : “Kok bisa sih?”
Guru : “Sekali lagi belajar, segala sesuatu bisa dicapai kalo belajar”

They have to keep smiling and full of spirit for the student, eventhough problems lingering in their mind, not mention the stomachache they feel during teaching.


My point is ....


TEACHER is AWESOME

Kamis, 22 Januari 2015


Kenapa D.I.Y (Do It Yourself)?


Bayangkan diri anda saat tidak punya banyak uang, dan alat yang dperlukan tidak tersedia atau sangat langka tapi Anda punya sedikit kemampuan teknis, apa yang bisa Anda lakukan?

Anda pastinya akan mencoba untuk merancang, membuat alat yang mirip dengan alat yang diinginkan atau bahkan memodifikasi model yang ada hingga sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Hal yang lebih membanggakan lagi adalah ketika alat berhasil membuat dan bisa bekerja dengan baik.

Konsep diatas dikenal dengan sebutan “Do It Yourself”, kegiatan membuat, memodifikasi atau memperbaiki alat atau instrumen secara sendiri tanpa bantuan ahli. Istilah "do-it-yourself" bermula dipakai pada tahun 1950-an untuk menyebut orang – orang yang melakukan perbaikan rumah, kerajinan tangan sederhana ataupun proyek – proyek konstruksi sederhana sebagai bagian dari kegiatan rekreasi kreatif. Konsep DIY makin berkembang tidak hanya terbatas pada kegiatan 3R (reduce, re-use, recycle), namun juga meluas pada kegiatan lain seperti merancang, dan memodifikasi kendaraan sendiri, pembuatan alat atau instrumen sederhana, berkebun, dan lain sebagainya. Istilah D.I.Y, juga dipakai untuk cakupan yang lebih luas baik untuk istilah pekerjaan kreatif, musik, komunitas media dan jaringan, bahkan dalam militer.


simple mediaval catapult

Seseorang berminat untuk melakukan kegiatan D.I.Y dapat didasarkan karena beberapa hal seperti adanya ketertarikan untuk mencipta sesuatu yang bernilai ekonomis atau karena adanya keinginan untuk meningkatkan kemampuan mencipta, memodifikasi atau memperbaiki, ataupun dikarenakan kelangkaan akan beberapa barang atau alat yang akhirnya memacu kreativitas untuk membuat alat sederhana dengan fungsi sama atau mendekati dengan alat aslinya. 

Melalui kegiatan D.I.Y ini, banyak hal yang dapat diperoleh seperti pengetahuan baru, keahlian baru hingga kepuasan tersendiri yang diperoleh dari “keberhasilan” membuat alat sendiri.  Misalnya, kita hendak membuat radio transistor sendiri, kegiatan ini tidak hanya terbatas menyolder komponen elektronika ke papan sirkuit, namun kita juga belajar bagaimana merangkai komponen dengan benar, menggunakan komponen elektronik yang tepat. Mengerti fungsi dari masing – masing komponen elektronik merupakan dasar dari mengerti elektronika itu sendiri.  Contoh lain misalnya jika hendak membuat kebun hidroponik sendiri, tanaman bisa tumbuh tidak dengan menggunakan tanah tapi menggunakan air. Akar tanaman tidak hanya dialiri dengan air saja agar bisa tumbuh, namun penggiat kegiatan ini juga harus mengerti nutrisi yang tepat untuk tanaman yang tepat, debit aliran yang pas dimana akar tanaman bisa menyerap nutrisi dari air.

Dalam prosesnya, kegiatan ini mungkin saja tidak berhasil pada percobaan pertama, mungkin setelah berkali – kali mencoba barulah berhasil. Rasa penasaran yang timbul dari setiap percobaan yang dilakukan, malahan mendorong penggiatnya untuk mencari tahu lebih lagi dan belajar lebih dalam lagi. Kegiatan ini tidak hanya mengenai belajar, tapi juga melakukan. Bisa melakukan (doing) apa yang orang lain buat atau bahkan memodifikasi hal yang sudah umum atau lebih lagi, mencipta hal baru yang lebih baik dari yang sebelumnya ada merupakan suatu capaian tersendiri yang membawa kebanggaan. Mampu mencipta menimbulkan rasa bangga, pencapaian, sesuatu hal yang dapat “dipamerkan” dan mungkin saja menimbulkan ambisi baru untuk melakukannya lagi dan lagi dan lebih lagi. Hari ini menanam bibit dalam pot sederhana dari botol bekas dengan sistem Wicks, besok mulai menanam berbagai jenis bibit dengan sistem pengairan yang lebih efisien dan hemat.  


serat optik mainan
 
mesin gula - gula kapas