Kenapa D.I.Y (Do It
Yourself)?
Bayangkan diri anda
saat tidak punya banyak uang, dan alat yang dperlukan tidak tersedia atau
sangat langka tapi Anda punya sedikit kemampuan teknis, apa yang bisa Anda
lakukan?
Anda pastinya akan
mencoba untuk merancang, membuat alat yang mirip dengan alat yang diinginkan
atau bahkan memodifikasi model yang ada hingga sesuai dengan spesifikasi yang
diinginkan. Hal yang lebih membanggakan lagi adalah ketika alat berhasil
membuat dan bisa bekerja dengan baik.
Konsep diatas dikenal
dengan sebutan “Do It Yourself”, kegiatan membuat, memodifikasi atau
memperbaiki alat atau instrumen secara sendiri tanpa bantuan ahli. Istilah "do-it-yourself" bermula dipakai pada tahun
1950-an untuk menyebut orang – orang yang melakukan perbaikan rumah, kerajinan
tangan sederhana ataupun proyek – proyek konstruksi sederhana sebagai bagian
dari kegiatan rekreasi kreatif. Konsep DIY makin berkembang tidak hanya
terbatas pada kegiatan 3R (reduce, re-use, recycle), namun juga meluas pada
kegiatan lain seperti merancang, dan memodifikasi kendaraan sendiri, pembuatan
alat atau instrumen sederhana, berkebun, dan lain sebagainya. Istilah D.I.Y,
juga dipakai untuk cakupan yang lebih luas baik untuk istilah pekerjaan
kreatif, musik, komunitas media dan jaringan, bahkan dalam militer.
![]() |
simple mediaval catapult |
Seseorang berminat
untuk melakukan kegiatan D.I.Y dapat didasarkan karena beberapa
hal seperti adanya ketertarikan untuk mencipta sesuatu yang bernilai
ekonomis atau karena adanya keinginan untuk meningkatkan kemampuan mencipta,
memodifikasi atau memperbaiki, ataupun dikarenakan kelangkaan akan beberapa
barang atau alat yang akhirnya memacu kreativitas untuk membuat alat sederhana
dengan fungsi sama atau mendekati dengan alat aslinya.
Melalui kegiatan D.I.Y
ini, banyak hal yang dapat diperoleh seperti pengetahuan baru,
keahlian baru hingga kepuasan tersendiri yang diperoleh dari “keberhasilan”
membuat alat sendiri. Misalnya, kita hendak membuat radio transistor
sendiri, kegiatan ini tidak hanya terbatas menyolder komponen elektronika ke
papan sirkuit, namun kita juga belajar bagaimana merangkai komponen dengan
benar, menggunakan komponen elektronik yang tepat. Mengerti fungsi dari masing
– masing komponen elektronik merupakan dasar dari mengerti elektronika itu
sendiri. Contoh lain misalnya jika hendak membuat kebun hidroponik
sendiri, tanaman bisa tumbuh tidak dengan menggunakan tanah tapi menggunakan
air. Akar tanaman tidak hanya dialiri dengan air saja agar bisa tumbuh, namun
penggiat kegiatan ini juga harus mengerti nutrisi yang tepat untuk tanaman yang
tepat, debit aliran yang pas dimana akar tanaman bisa menyerap nutrisi dari
air.
Dalam prosesnya, kegiatan ini mungkin saja tidak
berhasil pada percobaan pertama, mungkin setelah berkali – kali mencoba barulah
berhasil. Rasa penasaran yang timbul dari setiap percobaan yang dilakukan,
malahan mendorong penggiatnya untuk mencari tahu lebih lagi dan belajar lebih
dalam lagi. Kegiatan ini tidak hanya mengenai belajar, tapi juga melakukan.
Bisa melakukan (doing) apa yang orang lain buat atau bahkan memodifikasi hal
yang sudah umum atau lebih lagi, mencipta hal baru yang lebih baik dari yang
sebelumnya ada merupakan suatu capaian tersendiri yang membawa kebanggaan.
Mampu mencipta menimbulkan rasa bangga, pencapaian, sesuatu hal yang dapat
“dipamerkan” dan mungkin saja menimbulkan ambisi baru untuk melakukannya lagi
dan lagi dan lebih lagi. Hari ini menanam bibit dalam pot sederhana dari botol
bekas dengan sistem Wicks, besok mulai menanam berbagai jenis bibit dengan
sistem pengairan yang lebih efisien dan hemat.
![]() |
| serat optik mainan |
mesin gula - gula kapas


